Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Tuesday, 11 July 2017

Mesin mati saat melintas rel, Katana ringsek ditabrak kereta

Klikduluah - Bagi para pengendara yang hendak melintas di rel kereta hendak nya berhati- hati dan memperhatikan rambu - rambu. Jika kereta hendak melintas dengan kondisi sudah dekat, jangan memaksakan untuk melaju, karena bisa berakibat fatal.


Seperti dilansir dari Merdeka.com - Mobil Suzuki Katana yang dikemudikan Poo Puspo Ook Nugroho (42) ringsek tersambar kereta api KA Majapahit. Saat itu Nugroho dalam satu mobil bersama tiga keponakan menuju ke kuil Ang En Kiong untuk kursus bahasa Mandarin.

Mereka berangkat dari rumahnya di Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, KabupatenMalang. Namun giliran melewati rel tanpa palang pintu di Jalan Adi Santoso, Kecamatan Kepanjen mesin mobilnya mati.

Beruntung dalam suasana menjelang gelap dan kondisi sepi itu, salah satu keponakannya melihat lampu kereta. Mereka pun akhirnya secara bersama-sama berlari dari mobil dan membiarkan kendaraannya ringsek.

"Kondisi sedang sepi, sempat ada satu warga membantu mendorong tetapi tetap tidak bisa melewati rel," kata Poo Puspo Ook Nugroho, Senin (10/7) malam.

Saat melalui rel kereta, Nugroho mengaku tidak melihat kedatangan kereta api. Karena sekitar lokasi memang tertutup banggunan milik warga.

Tiba-tiba mobil tidak bisa bergerak dan sesaat kemudian mesinnya mati. Ia pun akhirnya memilih pasrah mobilnya ringsek terseret kereta yang datang dari arah barat menuju timur.

"Mobilnya tiba-etiba nggak bisa bergerak, langsung mati. Kalau saya baca-baca gitu ada pengaruh keretanya," katanya.

Kanit Lantas Polres Malang, Iptu Supandi menyampaikan korban dan penumpang lainnya dalam kondisi shock. Mobil ringsek parah dan langsung dilakukan evakuasi.

"Kami melakukan koordinasi dengan pihak PT KAI untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Perlintasan kereta di Jalan Adi Santoso tersebut memang kerap terjadi kecelakaan. Bahkan sebelumnya sempat memakan korban jiwa satu keluarga. Perlintasan tersebut hanya dijaga saat pagi sampai sore saja. (klik/k)

Saturday, 8 July 2017

BUPATI LANTIK 24 PEJABAT ESSELON III

Pandeglang, - Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita melantik sebanyak 24 orang pejabat esselon III dilingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang, Jum'at (7/7/2017).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Irna Narulita mengatakan, pelantikan ini dalam rangka pengembangan organisasi untuk akselerasi visi dan misi.
"Ini merupakan kebutuhan organisasi untuk lompatan kemajuan," kata Bupati Irna Narulita.

Kata Bupati, pelantikan ini sudah melalui tahapan pengkajian Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
“Setiap pejabat harus punya inovatif dan trobosan untuk membuat program pembangunan. Jika masih pola lama yang digunakan, tidak akan ada kemajuan di Kabupaten Pandeglang, untuk itu setiap pejabat harus mengikuti perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Menurut Bupati Irna, setiap pejabat tentu harus peka terhadap keluh kesah masyarakat, apa yang masyarakat butuhkan itu yang menjadi acuan dalam penyusunan atau pembuatan suatu program kegiatan.
"Intinya program harus menyentuh kepada masyarakat sehingga outcome nya jelas dapat dirasakan oleh masyarakat," harapnya.

Bupati berharap, setiap pejabat juga harus memiliki tanggung jawab terhadap program kegiatan yang di buat oleh dinas terkait. Sehingga masyarakat mengetahui anggaran yang dianggarkan tiap tahun untuk program apa saja.
"Setiap kegiatan yang kita buat harus dapat disampaikan kepada masyarakat, baik melalui standing banner ataupun melalui media sosial, sehingga masyarakat mengetahui anggaran tersebut dipergunakan untuk apa saja,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ali Fahmi Sumanta mengatakan, pelantikan kali ini untuk mengisi kekosongan jabatan di Esseloin III. Dan kata Fahmi , yang mungkin diperkirakan cukup banyak kekosongan yaitu di Esselon III dan IV.
“Nanti akan ada pelantikan lagi diperkirakan bulan Agustus untuk pejabat Esselon II, III, dan IV,” kata Fahmi.


Hadir dalam acara ini Pj Sekda Pandeglang Fery Hasanudin, para Assisten Daerah, Inspektur Inspektorat Iskandan, Kepala Badan, Dinas, Kantor, dan Bagian.
sumber: humaspandeglang

Thursday, 6 July 2017

Unik sekali nama asal daerah ini, ini sejarah lengkapnya.

Nama Pandeglang yang sekarang digunakan ini baik sebagai Ibu Kota Kabupaten maupun sebagai nama Kabupaten hal ini ada beberapa pendapat antara lain :
  • Pandeglang yang berasal dari kata “Pandai Gelang” yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda Si AMUK yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pandai.

  • Meriam Ki Amuk (samping)
  • Sultan Banten yang memerintah pada waktu itu menyuruh tukang pandai besa di desa tersebut untuk membuat gelang meriam yang bernama si AMUK, karena di daerah lain tukang pandai besi tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Oleh karena pandai besi tersebut berhasil membuatnya maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu distrik di Kabupaten Serang;

Meriam Ki Amuk (depan)
  • Pandeglang berasal dari kata “Paneglaan” yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam salah satu Buku “Pandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-mana”. Sedikit kita nanjak ke pasir, maka terdapat sebuah kampung namanya “Sanghiyang Herang” patilasan orang dahulu, awas (negla) melihat kemana-mana yaitu “Pandeglang sekarang”.

    Dibeberapa tempat di Pandeglang, banyak tempat yg dpt dipergunakan memandang Panorama dari atas bukit.
  • Pandeglang berasal dari kata “Pani-Gelang” yang artinya “tepung gelang”. Pada Tahun 1527 Banten jatuh seluruhnya ke tangan Syarif Hidayatullah yang kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.
Sunda Kelapa yang diganti namanya menjadi Jayakarta sebagian dimasukan ke dalam Wilayah Banten. Cirebon kekuasaannya diserahkan kepada anaknya bernama Pangeran Pasarean yang wafat pada tahun 1552. Sedangkan Banten kekuasaannya diserahkan pada puteranya yang bernama Sultan Hasanudin (Tahun 1552-1570).

Pelabuhan Sunda Kelapa
Pada tahun 1568 Banten memutuskan hubungan kerajaan dengan Demak. Pengganti Hasanudin ialah Maulana Yusuf dari tahun 1570-1580. Penggantinya Maulana Muhammad (Ratu Banten) sebagai Sultan Banten III Tahun 1580-1596. Pada Tahun  1596 muncul orang-orang Belanda di Daerah yang kemudian mendirikan VOC pada tahun 1602.
Tahun 1618 Belanda berselisih dengan Banten 1612 berdiri Batavia oleh Jan Viter Zeun Coen.
Sultan Banten ke IV ialah Sultan Tirtayasa pada tahun 1651-1682. Pada tahun 1680 Sultan Ageng Tirtayasa berselisih dengan Sultan Haji yang minta bantuan pada Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia pada tahun 1692. Pada tahun 1750 timbul perebutan kekuasaan pada waktu Sultan Arifin (Sultan ke VI) Alim Ulama pada waktu itu mengangkat Ratu Bagus Buang.
Keadaan ini oleh Belanda dianggap berbahaya, maka diangkatlah Pangeran Gusti sebagai penggantinya. Kenyataannya bukan mereda tetapi Kiyai Tapa dan Ratu Buang mengadakan perlawanan dan pengacauan di Daerah Bogor dan Priangan. Ketika zaman Deandels nasib Banten sama dengan nasib kerajaan lainnya di Pulau Jawa. Tahun 1809 Sultan Banten yang baru yaitu Sultan Muhamad harus menyerahkan Daerah Lampung kepada Batavia.
Oleh karena itu Sultan Muhamad memindahkan Ibu Kota Kesultanan Banten ke Pandeglang.
Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 Tahun 1828 Keresidenan Banten di bagi menjadi 3 Kabupaten yaitu :
  • Kabupaten Utara yaitu Kabupaten Serang;
  • Kabupaten Selatan yaitu Kabupaten Lebak;
  • Kabupaten Barat yaitu Kabupaten Caringin.
  • Kabupaten Serang dibagi atas 11 Kewedanaan :
  1. Kewedanaan Serang dibagi dalam Kecamatan Kalodian dan Cibening;
  2. Kewedanaan Banten dibagi dalam Kecamatan Banten, Serang, Nejawang;
  3. Kewedanaan Ciruas dibagi dalam Kecamatan Cilegon, Bojonegoro;
  4. Kewedanaan Cilegon dibagi dalam Kecamatan Terate, Cilegon, Bojonegoro;
  5. Kewedanaan Tanara dibagi dalam Kecamatan Tanara dan Pontang;
  6. Kewedanaan Baros dibagi dalam Kecamatan Regas, Ander, Cicandi;
  7. Kewedanaan Kolelet dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
  8. Kewedanaan Pandeglang dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
  9. Kewedanaan Ciomas dibagi dalam Kecamatan Ciomas Barat dan Ciomas Utara;
  10. Kewedanaan Anyer tidak dibagi dalam Kecamatan-kecamatan;
Selanjutnya memperhatikan SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 24 Nopember 1887 Np. 1/c tentang Batas Kota Serang dan Bagian Kota Pandeglang, Caringin dan Lebak Pasal 29, 31, 33, 67c dan 131 Reglement (STBL Van Nederlanch India Tahun 1925 No. 380 LN. 1924 No. 74 Pasal 1) maka ditunjuk Kewedanaan Pandeglang, Menes, Caringin dan Cibaliung.
Kemudian berdasarkan Surat Menteri Jajahan tanggal 13 dan 20 Nopember 1873 No. LAA.AZ.No. 34/209 dan 28/2165 menetapkan bahwa :
Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer dan Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan; Bupati mempunyai pembantu yaitu Mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden; Kepala Distrik mempunyai gelar Jabatan Wedana dan Onder Distrik mempunyai Gelar Jabatan Asisten Wedana;
Berdasarkan Staatsblad 1874 No. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, diantaranya
Kabupaten Pandeglang dibagi 9 Distrik atau Kewedanaan sebagai berikut :
  1. Kewedanaan Pandeglang;
  2. Kewedanaan Baros;
  3. Kewedanaan Ciomas;
  4. Kewedanaan Kolelet;
  5. Kewedanaan Cimanuk;
  6. Kewedanaan Caringin;
  7. Kewedanaan Panimbang;
  8. Kewedanaan Menes;
  9. Kewedanaan Cibaliung.
Kesimpulan
  • Di Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada Pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam Ordonansi 1887 No. 224 tentang batas-batas wilayah Keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang. Dalam tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 No. IX maka jelas Kabupaten telah berdiri sendiri tidak dibawah penguasaan Keresidenan Banten.
  • Atas dasar dan fakta-fakta tersebut dapat diambil beberapa alternatif :
  1. Pada tahun 1828 : Pandeglang sudah merupakan Pusat Pemerintahan Distrik;
  2. Pada tahun 1874 : Pandeglang merupakan Kabupaten;
  3. Pada tahun 1882 : Pandeglang merupakan Kabupaten dan Distrik Kewedanaan;
  4. Pada tahun 1925 : Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri.
Dari keempat kesimpulan itu atas kesepakatan bersama kita telah menentukan 1 April 1874 sebagai Hari Jadi Kota Kabupaten Pandeglang.

Tuesday, 4 July 2017

Kabar Bayi Ajaib Hebohkan Enrekang

Masyarakat Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan adanya kabar seorang remaja yang tiba-tiba mengandung dan dalam tempo tiga jam langsung melahirkan.
Tidak hanya itu, bayi ajaib yang dilahirkan remaja berusia 19 tahun itu dikabarkan langsung dapat mengucapkan salam.
Kabar bayi ajaib ini tersiar dari mulut ke mulut sejak Kamis, 29 Juni 2017. Akibatnya kediaman remaja bernama Utjie Ramadani di Dusun Penja, Desa Karueng, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan itu ramai dikunjungi warga.
"Iya memang lagi heboh informasi seperti itu, sudah tiga hari ini," kata Abdul Khalik, salah seorang warga yang ikut berkunjung ke rumah remaja tersebut.
Khalik menjelaskan, dari cerita yang diterimanya kejadian tersebut bermula sesaat setelah Utjie Ramadani melakukan salat tahajud pada Kamis, 29 Juni 2017. Perutnya
tiba-tiba membesar layaknya orang mengandung padalah sebelumnya ia tidak pernah mengandung.
"Jadi katanya setelah dia salat tahajud, kira-kira jam 04.00 subuh perutnya tiba-tiba membesar kayak orang hamil, kedua orang tuanya langsung panik melihat anaknya,"
kata Khalik, Sabtu 1 Juli 2017.
Hanya berselang dua jam setelah perut Utjie Ramadani membesar, ia pun melahirkan dibantu oleh kedua orang tuanya dan neneknya. Proses persalinan berjalan normal bak orang yang hamil 9 bulan.
"Dua jam kemudian, kira-kira jam 06.00 pagi ia langsung melahirkan dibantu sama bapak dan ibunya serta neneknya," jelas Khalik.
Cerita tentang keajaibannya tidak hanya berhenti sampai di situ. Saat dilahirkan, lanjut Khalik, bayi tersebut langsung dapat mengucapkan salam dengan fasih dan bersuara seperti orang dewasa.
"Ajaibnya lagi, bayi itu langsung bisa bilang 'Assalamualaikum' tiga kali, terus katanya suaranya seperti orang dewasa," terangnya.
Setelah cerita tentang keajaiban bayi itu tersebar, warga pun berbondong-bondong datang untuk melihat kebenarannya.
"Sejak dilahirkan tiga hari yang lalu sampai sekarang ratusan warga datang untuk melihat bayi itu, baik dari kabupaten Enrekang maupun luar kabupaten," kata Khalik.
Namun, pihak keluarga saat ini tidak membiarkan siapapun masuk ke rumah mereka. Alasannya karena dapat mengganggu kesehatan bayi yang dilahirkan oleh Utjie Ramadani.
"Kita akhirnya tidak dibiarkan masuk, jangankan untuk mengambil gambar, untuk sekedar melihat pun kita dilarang," kata Khalik.
Sumber: Liputan6.com

Monday, 3 July 2017

Ini Yang Dilakukan Bupati dan Wali Kota Saat Hari Pertama Masuk Kerja

Pandeglang, - Hari pertama masuk kerja pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Wakil Bupati Tanto Warsono langsung lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelayanan, Senin (3/7/2017).
 
Adapun OPD yang dikunjungi Bupati diantaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans), Kelurahan Saruni, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Irna mengatakan, pelayanan harus berjalan dengan optimal walaupun masih pertama masuk kerja. Karena kata Bupati, masyarakat harus dapat terlayani dengan baik.
"Pelayanan harus cepat, ramah dan mempermudah masyarakat," kata Bupati Irna.

Menurut Bupati, semakin lama pelayanan, berarti menunjukan kinerja buruk. Oleh sebab itu, harus terus ditingkatkan demi kelancaran masyarakat.
“Kita sudah menerima gaji, jadi kita bayar dengan pelayanan kepada masyarakat karena itu tugas kita sebagai Aparatur Sipil Negara,” ungkapnya.

Terpisah, hal yang sama dilakukan Wakil Bupati pandeglang Tanto Warsono Arban, melakukan sidak ke Puskesmas Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kelurahan Cigadung, Dinsos, dan BP3AKB.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Tanto mengatakan, dalam sidak ini jelas dilakukan secara mendadak. Oleh sebab itu kata dia, banyak OPD, UPT, dan Kecamatan yang kaget saat adanya sidak.
“ Tapi kami nilai kehadirannya bagus dari absensi. Tahun depan akan lebih mudah untuk melakukan pengecekan, karena sudah adanya finger print yang terintegrasi dengan command center,” ungkap Wabup Tanto.

Sementara itu kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Ali Fahmi Sumanta mengatakan, tingkat kehadiran dari hasil sidak  mencapai hampir 90%. Hal ini kata fahmi, menunjukan kedisiplinan yang baik dari setiap pegawai.
“Nanti kita cek OPD mana yang tingkat kehadirannya rendah. Dan pegawai yang tahun kemaren kena sidak, tahun ini kena lagi kita jatuhkan hukuman disiplin. Dan bersangkutan akan kami mintai keterangan alasannya apa,” kata Fahmi.

Bupati Irna Pimpin Apel Pagi, Antisipasi Ada Pegawai Bolos



Pandeglang - Bupati Pandeglang Irna Narulita pimpin apel pagi saat hari pertama masuk kerja pasca hari raya. Hal ini kata Bupati Irna dilakukan, untuk memantau para pegawai yang masuk kerja pada hari pertama.
“Alhamdulillah hari ini tidak ada yang bolos. Mudah - mudahan tidak hanya apel pagi saja hadir nya tapi full satu hari kerja sampai jam 4,” Ucap Bupati Irna saat jadi pembina Apel Pagi di setda, Senin (3/7/2017).

Bupati berharap, kedisiplinan para pegawai terus ditingkatkan salah satunya tidak membolos saat hari pertama masuk kerja pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
“Dengan kehadiran 90% pada saat ini di apel pagi menunjukan tingkat kedisiplinan di setda masih tinggi,” ungkapnya

Hadir dalam acara tersebut, Wakil BUpati Pandeglang Tanto Warsono Arban, Pj Sekda Pandeglang Fery Hasanudin, para Assisten Daerah, dan para Kepala Bagian.

Sunday, 2 July 2017

SIAPA YANG AKAN PERDULI KEPADA MEREKA JIKA BUKAN KITA

Pandeglang,  - Dalam rangka menyambut momen 1 Syawal pasca lebaran, Keluarga Mahasiswa Pandeglang (KUMANDANG) Komisariat UPI Serang Banten memanfaatkan momen bulan syawal ini dengan mengadakan kegiatan khitananan massal dan santunan lansia jompo bersama dengan masyarakat kadu engang kecamatan Cadasari, Sabtu (01/7/2017).

Pada kesempatan itu, Kumandang Komisariat UPI Serang juga memberikan santunan kepada Warga kaduengang untuk Janda Lansia jompo, sekaligus gelar khitanan untuk puluhan anak-anak disekitar desa kaduengang. Kegiatan Khitanan dan baksos ini adalah merupakan agenda kegiatan rutin kumandang UPI yang bekerjasama dengan beberapa komunitas lainnya di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Vina Ni'matun Ketua Umum KUMANDANG Komisariat UPI mengatakan, kegiatan Khitanan dan Baksos bersama dhuafa dan santunan ini merupakan kegiatan yang telah dirancang para pengurus KUMANDANG Komisariat UPI, dalam agenda kegiatan Kumandang kali ini menggandeng komunitas-komunitas Relawan di Pandeglang. Kata Vina, melalui kegiatan sosial ini Kumandang bisa menjadi lebih peduli terhadap daerahnya sendiri, karena siapapun merupakan agen perubahan dan bisa lebih peduli lagi terhadap kondisi persoalan-persoalan sosial di pandeglang.


“Saya bersama rekan-rekan Komunitas Relawan Ketimbang Ngemis Pandeglang, Foodbank Pandeglang dan PCM Sudah jauh-jauh hari mengagendakan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi juga antara relawan yang ada di pandeglang sekaligus berbagi bersama warga kaduengang. Melalui kegiatan ini semoga Kumandang bisa menjadi Organisasi komunitas yang lebih dewasa dan bisa menginspirasi Mahasiwa yang lainnya untuk bersama-sama membantu warga pandeglang” ungkapnya. dilansir dari Badakpos.com